Insentif dipotong Sepihak,Tenaga Sukarela SDN 2 Campa Keluhkan



Foto:Ilyas S.Pd SD,ditemui Selasa(16/07/2019).
Bima,KabarOposisi--Tak terima Insentif (Operasional) pertriwulan dipotong sepihak oleh kepala sekolah pada pencairan dana BOS. Salah seorang guru sukarela yang mengabdi di salah satu sekolah di Desa Campa, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Provinsi NTB mengeluhkan hal ini,ungkapnya pada awak media ini pada Senin(15/07/2019).

" Nasib seorang sukarela yang mengabdi di jajaran pendidikan saat ini sangat menyedihkan,udah Insentif perbulan dihitung 100.000- ribu perbulan oleh pihak sekolah,kok tega dipotong lagi kepala sekolahnya," Ujarnya pada awak media ini yang enggan disebutkan identitasnya.

Paskah pembagian dana Bos pada tahun 2019 ini, dirinya merasa heran dengan nilai operasional yang diterima guru sukarela yang mengabdi di Sekolah dasar 2 Campa wilayah kecamatan Madapangga," tuturnya.

Disisi lain pada saat 2017-2018 lalu dibawah kepemimpinan Ibrahim M.Ali tenaga sukarela selalu menerima paling minim insentif yang diterima Rp 350.000,- bahkan bisa lebih dari jumlah tersebut.

Akan tetapi ketika pergantian kepala sekolah yang saat ini dipegang oleh Ilyas Ahmad,SPd.SD,yang dilantik beberapa waktu lalu nilai Insentif(Honor) yang mereka terima saat ini berkurang hingga 250.000,- setiap guru sukarela," Terang Ahmad nama guru(Samaran).

Mereka menyadari bahwa mereka sukarela akan tetapi apa beda kasek lama dengan kasek baru." Sedangkan tunjangan operasional kepala sekolah dan bendahara tidak berkurang," keluhnya.

Sekolah yang siswanya berjumlah 102 siswa ini dinilai memperoleh  dana BOS yang lumayan,masa gaji yang udah jumlah seratus perbulan saja masih dikurangi.

Ilyas Ahmad,SPd.SD yang dikonfirmasi awak media ini pada hari Selasa(16/07/2019), atas hal ini mengungkapkan bahwa pihak sekolah melakukan pemotongan itu tidak benar adanya," Jelasnya.

Diakui tunjangan guru sukarela yang berjumlah 14 Orang yang bertugas di SDN 2 Campa saat ini pada pencairan Dana BOS kemarin di berikan dana tunjangan sebesar Rp 250.000.Hal ini dilakukan dalam menghadapi persiapan Akreditasi sekolah," Jelas Ilyas.

Tenaga sukarela itu harus tau juga tanggung jawab sekolah."Mereka juga harus paham dengan kebutuhan sekolah saat ini," Tandasnya.

Sekolah yang saat ini jumlah siswanya 105 dan terdata 102 siswa yang masuk mendapatkan dana BOS.Jumlah tenaga sukarela 15,1 guru yang memiliki SK Honda serta  6 orang guru PNS.Sekolah ini pada akhir Juli paling telat awal Agustus akan didatangi tim  pendampingan dalam menilai Akreditasi," tuturnya.

Dirinya mengakui pada Triwulan II pencairan dana BOS pertama saat dia menjabat kembali selaku kasek memberikan tunjangan senilai Rp 250.000,- tiap guru sukarela.

Disisi lain sebelum dirinya kembali memimpin.Tenaga sukarela sebelumnya menerima tunjangan  bagi tenaga sukarela sebesar Rp 350.000,kedepan dirinya akan mengembalikan seperti itu," Janjinya.

Saat ini pihak sekolah melakukan hal itu, disebabkan karena banyaknya kegiatan sekolah." Dirinya tidak berniat untuk kepentingan pribadi, seperti yang dikatakan," Tuturnya.(KO01)

No comments

Powered by Blogger.