Magister Asal Madapangga Angkat Bicara Terkait Pemecatan Rahmat S.Pd




Foto: Sudarsono M.Pd Dosen STKIP Kota Bima
Bima,KabarOposisi--Pemecatan sepihak dan dianggap memalukan pendidikan wilayah kecamatan Madapangga yang dituduhkan kepada tenaga pendidik yang masih sukarela di salah satu sekolah yang ada di Desa Campa,Bima,NTB menuai sorotan.

Dugaan itu ada indikasi keterlibatan kepala dinas Dikpora melalui Kuptd sangat memalukan,ungkap Sudarsono M.Pd dosen di salah satu Kampus di Kota Bima,pada Sabtu (20/07/2019) melalui via handphone pada awak media ini.

Pemecatan itu dianggap konyol dan arongansi sekali kalau ada keterlibatan orang nomor satu di jajaran pendidikan daerah kabupaten Bima." Apalagi Rahmat S.Pd telah sembilan tahun mengabdi di sekolah tersebut," Ujar mantan caleg Gerindra pada pileg lalu.

" Selain itu pemecatan ini juga secara lisan tanpa ada alasan jelas,bahkan ada perkataan yang ngga enak di dengar bahwa ulah Rahmat yang membocorkan ke media masa atas pemotongan gaji sukarela itu di nilai memalukan jajaran pendidikan di wilayah kecamatan Madapangga",Kata Sudarsono yang tiada lain adalah Mantunya Juwanda Mansur Sesepuh asli Campa selaku tokoh yang lama berkiprah di dunia kampus.

Hal ini harus diperhatikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bima yang telah melantik kepala dinas Dikpora asli Desa Tonda tersebut." Selaku tokoh pendidik di jajaran kampus kami sangat malu adanya dugaan tersebut.

Jangankan memberikan kontribusi bagi para pengganguran yang ada kalau begini model kadis yang ikut intervensi kepala sekolahnya agar memecat oknum guru sukarela yang berani ungkap kebobrokan sekolahnya di media masa, kemajuan aja tidak akan diraih," Ujarnya.

Hj Indah Dhamayanti Putri sebagai Bupati Bima harus melihat kondisi ini." Nasib para sarjana akan semakin mundur kalau begini ulah pejabatnya," pintanya.(K001)

No comments

Powered by Blogger.