Exs IDP-Dahlan Asal Tawali Wera, Nyatakan Sikap Dukung Syafa'ad Dan Pasti Menang

Kabupaten Bima,KABAROPOSISINTB.Com-Kancah Pilkada serentak di tengah Pandemi Covid-19 serentak se-Indonesia masuk pada tahapan Kampanye, begitu juga di Kabupaten Bima, Calon Nomor urut 1 (Iman) saat ini kampanye di Bima Barat, Syafa'ad Nomor urut 2 berkampanye di Bima Timur, sedangkan In-Dah di Bima Tengah.

Pasangan Syafa'ad berkampanye di kecamatan Wera, Rabu (30/9/20) dan kemarin mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat setempat. Lebih lebih lagi, Exs IDP Dahlan 2015 lalu, tepatnya di Desa Tawali kecamatan Wera dari 21 orang menyatakan diri dukung Syafa'ad Nomor urut dua dengan Jargon Perubahan. 

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Nomor urut Dua Furkan S.Sos, Mengungkapkan adapun Eks. IDP-Dahlan di kecamatan wera yang terdata mendukung Syafa'ad di Desa Tawali yakni Abdul Munir AMA, Arsyqd,Ikbal, Riswan, Askari, Usman M Tayeb, Salahudin, Nukra Ama La, Abdul Muis, Fahri, Anwar, Muhtar, Maman, Suhe, Jamal, Rifaid, Akarim, Herman, H Fandy, Sukri, H Heri, H Nurdin, ini khusus desa Tawali saja belum ke 14 desa lainnya.

Fenomena ini, Bukan saja terjadi pada wilayah Kecamatan bolo, Madapangga, Sape, Donggo, Soromandi, maupun Woha, dan kecamatan lainnya adanya Tim IDP yang mengalami kekecewaan atas kepemimpinan Bupati bima Indah Dahlan,melainkan hampir merata disetiap wilayah yang ada di kabupaten bima," jelas Furkan.

Sambung Furkan, Seperti yang terjadi di Kecamatan Wera Kabupaten Bima, ratusan tim IDP yang tergabung pada 15 Desa,  menilai kepemimpinan mantan Bupati dan Wakil Bupati Bima Hj Indah Dahlan, menyatakan kekecewan terkait janji janjinya yang tidak memiliki kepastian," akurnya.

Pengalihan para tim ex IDP,  untuk mendukung Pasangan Safru Ady (Safa,ad), lantaran tidak puas sikap mantan Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri SE, yang belum memberikan kepastian terkait sejumlah janji janji politik pada pilkada tahun 2015 lalu.

"Kami sangat kecewa pada kepemimpinan Umi Dinda selama lima tahun kepemimpinanya hanya tebar pesona. Kami benar benar kecewa" ungkap Abdul Munir salah seorang warga Tawali, Rabu (30/9/20).

Ungkapan para warga dari berbagai desa ditingkat kecamatan wera tersebut,  secara langsung didengar oleh pihak Ketua BPD Desa Rasabou Kecamatan Bolo. Menurut Sarifudin (BPD red), bahwa apa yang diungkapkan oleh warga terkait, itu memang benar.

" hanya masyarakat yang bisa menilainya. artinya,  kedaulatan tertinggi memang sudah ada ditangan rakyat. Jadi jangan lagi kita membohongi rakyat." ungkap Sarif.(KO.O1)


No comments

Powered by Blogger.