Jurnalis Muda Ini Siap Tantang Petahana Pada Pilkades Serentak 2019

Bima,Kabaroposisi--Dalam menyukseskan hajatan pemerintah dengan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa serentak se-Kabupaten Bima dan bahkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang dihelat pada senin 16 Desember 2019 mendatang, sejumlah tokoh yang berminat maju sebagai Calon Kepala Desa (Cakades), sudah mulai pasang aksi atau kuda-kuda.

Salah satunya Zainul Arifin Bin H.Usman (alm), pemuda asli Desa Simpasai Kecamatan Monta Kabupaten Bima, yang akhir-akhir ini disebut banyak orang akan menantang Kades petahana, Zahrin H.Ab dan Mantan Kades Tahun 2005-2009 lalu, Drs. Irfan Hasan serta Pensiunan TNI M.Yamin ditambah dengan Kaur Pembangunan Pemerintah Desa Simpasai Syarifuddin M.Saleh pada Pilkades mendatang, dikabarkan mulai melakukan langkah-langkah untuk meraih kesuksesan dalam kontestasi cakades.

Hal itu, bukan kabar burung semata. Sebab ketika dikonfirmasi langsung kepada Zainul Arifin S.Sos dirinya membenarkan kabar yang beredar. Pihaknya siap maju di Pilkades serentak 2019, dan menantang Kades petahana serta rekan-rekan lainnya.


Disinggung soal alasannya bakal maju sebagai calon kades, “Sebagai putra daerah asli Desa Simpasai-Monta-Bima, saya merasa terpanggil untuk berjuang bersama masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan dan kenyamanan bagi warga desa, apabila terpilih sebagai Kades. Tidak hanya itu, saya juga ingin memberikan warna baru yang lebih baik di Pemerintahan Desa Simpasai untuk masa yang akan datang,” kata zainul, Sabtu (11/8/19)

Lanjutnya, disamping itu pertarungan ini semata-semata hanya ingin menyampaikan pesan dan educati terhadap masyarakat luas, bahwa dengan menerapkan sistim money politik itu tidak baik untuk keberlangsungan pemerintahan masa kini , jika masyarakat diajarkan cara itu dengan terus menerus, maka sudah tentu akan menghasilkan pemimpin yang tidak transparansi,

Sementara alasan lain dan sangat mendasar bagi pria yang akrab disapa ‘znr arif’ akan maju di kontestasi politik desa tahun 2019, adalah karena desakan para tokoh, lantaran selama ini sudah berbuat, seperti mengayomi para pemuda di desanya.

“Awalnya saya tidak begitu tertarik untuk nyalon, tetapi karena desakan itu, saya tidak bisa menolak,” pungkas znr arif, yang saat ini aktif sebagai jurnalis di Bima.(K001)

No comments

Powered by Blogger.