Syamsuddin : Kepemimpinan Dinda-Dahlan Pembangunan Jalan Ditempat, Tak Layak Didukung Lagi


foto: Syamsuddin, SH, M.H Akademisi STIH Muhammadiyah Bima.
Bima,Kabaroposisi.Com--Kepemimpinan Dinda-Dahlan telah Empat tahun berjalan dinilai pembangunan daerah kabupaten Bima  jalan ditempat dan tak mampu merubah perkembangan daerah dan ngga lagi layak untuk didukung dan dilanjutkan untuk memimpin Bima kedepan. Hal ini diungkap oleh Akademisi STIH Muhammadiyah Bima Syamsuddin, S.H., M.H, Pada Senin (30/12/2019).

Syamsuddin menilai Dinda - Dahlan gagal dan tidak layak untuk di lanjutkan lagi. Oleh karena itu, ia menghimbau Hj. Indah Dhamayanti Putri agar menyerahkan atau membuka jalan bagi putra-putri daerah yang lain yang lebih memiliki kompotensi dan mampu menjemput program dari pemerintah pusat serta memiliki kapabel dalam memimpin Kabupaten Bima Kedepannya.

Sambungnya, sudah saatnya masyarakat Bima merasakan kesejahteraan. Dan ia tidak yakin Kepemimpinan yang sekarang mampu mewujudkannya apalagi Jembatan Lewimori saja tak mampu diperjuangkan dan kepastiannya pada 2020 saja belum pasti, bukan hanya mampu membebaskan lahannya saja," Syam Sapaan akrabnya. 

Beberapa catatan kegagalan Kepemimpinan Dinda Dahlan yakni mulai dari melindungi pelanggar hukum alias tersangka korupsi yang di angkat menjadi pejabat. Tata kelola birokrasi-rotasi dan mutasi yang tidak mendasarkan pada prestasi dan kinerja, Visi - Misi Bima Ramah dangkal Implementasi, Membiarkan Lingkungan-hutan rusak parah sehingga bencana alam (banjir) dimana-mana, Tidak peka sebagai pejabat negara, Mudah berjanji lalu mengabaikannya" Ungkap Syam. 

Selama empat tahun  kepemimpinan Dinda-Dahlan, tidak ada prestasi yang menonjol yang dapat di jadikan sebagai alasan rasional untuk di lanjutkan, sebaiknya arah masyarakat Bima kedepan diserahkan pada sosok-sosok yang lebih mampu, yakni figur yang punya prestasi sekaligus menyatu antara kata dan perbuatan. Terangnya

"Pemimpin harus punya kehendak dan tekad yang kuat mensejahterakan rakyat, bukan sebaliknya memupuk dan menumpuk kekuasaan untuk diri dan golongannya sendiri, dan mengabaikan rakyat kecil" Jelasnya.

Syamsuddin menghimbau agar figur-figur yang prihatin dengan penderitaan kemiskinan rakyat, pemuda yang menganggur, segera muncul untuk mengambil alih hati rakyat.
Tambahkan ini di bawah.

Disinggung mengenai Isu melawan Petik Kosong yang selama ini bergentayangan, Mantan Ketua Umum IMM 2010 menjawab isu demikian merupakan mitologi yang di produk oleh pikiran pikiran oligarkis. Hal demikian menurutnya tidak akan bisa mempengaruhi persepsi masyarakat Bima yang sudah rasional dan memiliki karakter egaliter.

"Sekarang orang-orang baik dan berkualitas harus berani tampil dan mengambil alih kekuasaan ini, agar kelak kekuasaan digunakan sebagai jalan pengabdian mewujudkan kesejahteraan masyarakat bima" tutupnya. (K003)

No comments

Powered by Blogger.