Jalur Alternatif Sondosia tidak Layak, Pelaksana Proyek Jembatan Sondosia Tutup Mata


Bima, KABAROPOSISINTB. COM-- Pembangunan jembatan Sondosia Kecamatan Bolo Bima menuai banyak sorotan publik. Terutama pembuatan jalan alternatif sebagai jalur penghubung sementara arus lalulintas Bima - Sumbawa.

Jalur itu tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya bilamana hujan dan banjir datang. Akibatnya, arus lalulintas jalan negara pun lumpuh total, sehingga berdampak buruk pada perputaran ekonomi masyarakat. 

"Jalan alternatif yang dibuat pihak pelaksana itu tidak layak, sehingga beberapa kali kendaraan roda empat tergelincir," ujar aktivis Bolo, Buyung SPd, Sabtu (9/12/23). 

Kata Buyung, jalan alternatif untuk mega proyek seperti ini harus representatif. Tentunya dengan menghitung dampak buruk yang terjadi, seperti musibah banjir di musim hujan. 

"Tugas pelaksana tidak hanya sekadar bangun, tetapi juga mengkalkulasikan dampak buruk ke depan, seperti musibah banjir. Sehingga dapat diantisipasi cepat mungkin," terangnya. 

Menurutnya, jalan alternatif seperti itu tidak nyaman bagi pengendara roda 2 maupun roda 4. Apalagi pada Sabtu lalu (2/12/23) satu unit Fuso tergelincir dan barang muatan tumpah ke sungai sehingga merugikan pihak pengguna jalan lainnya. 

"Aktivitas publik dirugikan, bahkan ekonomi masyarakat turun drastis akibat lumpuhnya jalur Bima - Sumbawa," jelasnya. 

Buyung meminta pihak kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan, namun harus mengedepankan mutu pekerjaan. 

"Jangan karena terdesak seperti ini, lalu  kualitas pekerjaan diabaikan. Pokoknya mutu pekerjaan harus bagus yakni sesuai standar yang ditentukan," pintanya. 

Selain itu, Buyung juga mendesak pihak penyidik atau unsur terkait supaya pihak kontraktor segera diperiksa, karena item pekerjaan itu (Jembatan akternatif) banyak merugikan masyarakat bahkan terindikasi merugikan negara. 

"Penyidik tidak boleh tinggal diam, lakukan pengawasan serta investigasi pelaksanaan di lapangan. Bila perlu panggil dan periksa kontraktor kaitan jembatan alternatif itu," pungkas Buyung. 

Aktivis lainnya, Faisal, juga menegaskan tidak akan tinggal diam terkait bobroknya pekerjaan jembatan alternatif Sondosia, karena berdampak buruk oada masyarakat luas.

"Kita akan layangkan surat somasi, menuntut pertanggungjawaban pihak pelaksana," tegas Ical sapaannya. 

Sementara itu, Perwakilan PT Galatama, Didik, mengaku tidak punya kapasitas untuk memberikan tanggapan terkait pembangunan jembatan Sondosia. Begitu pun PT Lancar Sejati selaku KSO. Kedua perusahaan yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan proyek tersebut malah saling lempar dan tidak ingin memberikan sanggahan berita. (Red)

Untuk diketahui mega proyek yang bersumber dari APBN senilai Rp18 Milyar lebih tersebut dikerjakan oleh PT Galatama dan PT Lancar Sejati selaku KSO, paketan dengan pembangunan jembatan yang berlokasi di Jalan Lintas Negara Desa Pandai Kecamatan Woha Bima. Dengan deatline 240 hari kerja dan terhitung kontrak kerja pada 12 April 2023.(RED) 

No comments

Powered by Blogger.